Detail Skema
Ahli Geofisika Panas Bumi
075/SSK/LSP.ITS/2025
Jenis Skema
Okupasi
Persyaratan
-
Unit
-
B.062023.001.01 - Menentukan Posisi di Peta dan Lapangan
1.1.1 Metode penentuan posisi (XYZ) dijelaskan berdasarkan sistem koordinat. 1.1.2 Posisi pada peta dijelaskan berdasarkan sistem proyeksi bumi. 1.1.3 Informasi peta topografi dijelaskan. 1.2.1 Metode penentuan posisi (XYZ) dijelaskan berdasarkan sistem koordinat dan orientasi lapangan. 1.2.2 Metode plotting posisi pada peta dijelaskan. -
B.062023.002.01 - Melaksanakan Survei Metode Geolistrik
2.1.1 Metode survei geolistrik dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. 2.1.2 Konfigurasi survei geolistrik dipilih sesuai dengan kebutuhan pengukuran. 2.1.3 Kegunaan alat transmitter, receiver, elektroda arus, dan elektroda potensial dijelaskan. 2.1.4 Kegiatan survei geolistrik didesain dengan memperhatikan target anomali. 2.2.1 Instrumen dan peralatan pengukuran geolistrik disiapkan. 2.2.2 Kegiatan survei geolistrik dilakukan sesuai dengan pemilihan metode dan konfigurasi. 2.3.1 Data survei geolistrik dihitung menggunakan rumus perhitungan tahanan jenis yang sesuai. 2.3.2 Hasil pengolahan data survei geolistrik disusun dalam laporan. 2.4.1 Masing-masing komponen peralatan survei geolistrik diidentifikasi. 2.4.2 Perawatan peralatan survei geolistrik direncanakan sesuai dengan prosedur perawatan alat. 2.4.3 Perawatan dan pemeliharaan peralatan peralatan survei geolistrik dilaksanakan sesuai dengan panduan perawatan alat. -
B.062023.003.01 - Melaksanakan Survei Metode Gaya Berat
3.1.1 Konsep dasar metode gaya berat dijelaskan berdasarkan berbagai literatur. 3.1.2 Kegiatan survei gaya berat untuk eksplorasi didesain dengan memperhatikan jarak spasi antar stasiun pengukuran. 3.1.3 Kegiatan survei gaya berat detil dan sipat datar teliti untuk monitoring didesain sesuai dengan target anomali. 3.2.1 Instrumen utama dan perlengkapan pendukung survei gaya berat disiapkan. 3.2.2 Kalibrasi alat survei gaya berat dilakukan sesuai dengan buku panduan alat 3.2.3 Performance test alat survei gaya berat dilakukan sesuai prosedur. 3.2.4 Kelayakan operasi alat survei gaya berat dinilai sesuai dengan spesifikasi survei. 3.2.5 Kegiatan survei gaya berat dilakukan sesuai dengan prosedur kerja. 3.3.1 Data survei gaya berat dihitung menggunakan perhitungan yang sesuai. 3.3.2 Hasil pengolahan data survei gaya berat disusun dalam laporan. 3.4.1 Masing-masing komponen alat gravimeter diidentifikasi. 3.4.2 Perawatan peralatan survei gaya berat direncanakan sesuai dengan prosedur perawatan alat. 3.4.3 Perawatan peralatan survei gaya berat dilaksanakan sesuai dengan panduan perawatan alat. -
B.062023.004.01 - Melaksanakan Survei Metode Geomagnet
4.1.1 Konsep dasar survei geomagnet dijelaskan berdasarkan berbagai literatur. 4.1.2 Kegiatan survei geomagnet didesain sesuai dengan target anomali. 4.2.1 Kalibrasi alat survei geomagnet dilakukan sesuai dengan buku panduan alat. 4.2.2 Performance test alat survei geomagnet dilakukan untuk mengukur sensitifitas bacaan alat. 4.2.3 Kelayakan operasi alat survei geomagnet dinilai berdasarkan kestabilan bacaan alat. 4.2.4 Kegiatan survei geomagnet dilakukan sesuai dengan prosedur pengukuran geomagnet. 4.3.1 Data survei geomagnet dihitung menggunakan perhitungan yang tepat. 4.3.2 Hasil pengolahan data survei geomagnet disusun dalam laporan. 4.4.1 Masing-masing komponen alat geomagnet diidentifikasi. 4.4.2 Perawatan peralatan survei geomagnet direncanakan sesuai dengan prosedur perawatan alat. 4.4.3 Perawatan peralatan survei gaya berat dilaksanakan sesuai dengan panduan perawatan alat. -
B.062023.005.01 - Melaksanakan Survei Metode Elektromagnetik
5.1.1 Konsep dasar survei elektromagnetik dijelaskan berdasarkan berbagai literatur 5.1.2 Jenis survei elektromagnetik dipilih sesuai anomali target dan kedalaman pengukuran 5.1.3 Kegiatan survei elektromagnetik didesain dengan tepat sesuai target anomali. 5.1.4 Kegunaan alat transmitter, receiver, elektroda arus, elektroda potensial dan kumparan magnetik dijelaskan secara tepat fungsi. 5.2.1 Kalibrasi alat survei elektromagnetik dilakukan sesuai panduan kalibrasi alat 5.2.2 Kelayakan operasi alat survei elektromagnetik dinilai berdasarkan data empiris. 5.2.3 Kegiatan survei elektromagnetik dilakukan sesuai prosedur pengukuran elektromagnetik. 5.3.1 Data survei elektromagnetik dihitung dengan menggunakan perhitungan yang tepat. 5.3.2 Hasil pengolahan data survei elektromagnetik disusun dalam laporan 5.4.1 Masing-masing komponen alat metode elektromagnetik diidentifikasi. 5.4.2 Perawatan peralatan survei elektromagnetik direncanakan sesuai dengan prosedur perawatan alat. 5.4.3 Perawatan peralatan survei elektromagnetik dilaksanakan sesuai dengan panduan perawatan alat. -
B.062023.006.01 - Melaksanakan Survei Metode Gempa Mikro (MEQ)/Passive Seismic
6.1.1 Konsep survei metode gempa mikro (MEQ)/passive seismic dijelaskan berdasarkan berbagai literatur. 6.1.2 Kegiatan survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic didesain. 6.1.3 Kegunaan alat gempa mikro (MEQ) dijelaskan. 6.2.1 Sinkronisasi waktu alat survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic dilakukan sesuai prosedur alat. 6.2.2 Kelayakan operasi alat survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic dinilai sesuai standar baku alat. 6.2.3 Kegiatan survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic dilakukan. 6.3.1 Data survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic dihitung 6.3.2 Hasil pengolahan data survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic dilaporkan 6.4.1 Masing-masing komponen alat metode gempa mikro (MEQ)/passive seismic diidentifikasi. 6.4.2 Perawatan peralatan survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic direncanakan 6.4.3 Perawatan peralatan survei gempa mikro (MEQ)/passive seismic diawasi. -
B.062023.007.01 - Membuat Model Geofisika Sistem Panas Bumi
7.1.1 Data geofisika untuk pemodelan dipillih sesuai target pemodelan. 7.1.2 QA/QC pengolahan data survei geofisika dilakukan. 7.1.3 Konsep pemodelan forward dan inverse dijelaskan dari berbagai literatur. 7.2.1 Pemodelan 1-D dan 2-D tahanan jenis berdasarkan data geolistrik dibuat 7.2.2 Pemodelan 1-D dan 2-D tahanan jenis berdasarkan data elektromagnetik dibuat 7.2.3 Pemodelan 2-D anomali densitas berdasarkan data gaya berat dibuat 7.2.4 Pemodelan 2-D kerentanan sifat kemagnetan (susceptibility) berdasarkan data geomagnet dibuat. 7.2.5 Pemodelan perubahan densitas sebagai fungsi waktu berdasarkan data gaya berat mikro (microgravity) dibuat 7.2.6 Posisi hiposenter ditentukan berdasarkan data gempa mikro. -
B.062023.008.01 - Menginterpretasi Model Geofisika Sistem Panas Bumi
8.1.1 Geometri dan posisi low resistivity layer (claycap) dan reservoir diidentifikasi berdasarkan model tahanan jenis 8.1.2 Model geologi bawah permukaan ditentukan berdasarkan model kontras densitas. 8.1.3 Zona demagnetisasi diidentifikasi berdasarkan model kerentanan sifat kemagnetan (susceptibility). 8.1.4 Perubahan massa di dalam reservoir diperkirakan berdasarkan model gaya berat mikro. 8.1.5 Zona permeabel diidentifikasi berdasarkan pola distribusi event gempa mikro. 8.2.1 Hasil interpretasi model geofisika dikompilasi dari berbagai metode geofisika 8.2.2 Hasil interpretasi model geofisika terpadu disusun dalam laporan. 8.2.3 Laporan hasil interpretasi model terpadu geofisika disusun dalam bentuk presentasi. -
B.062023.009.01 - Merencanakan Strategi dan Teknologi Survei Geofisika
9.1.1 Kondisi geologi/geokimia sistem panas bumi dan topografi daerah survei dievaluasi 9.1.2 Jenis metode geofisika yang sesuai dipilih sesuai target pengukuran 9.1.3 Peralatan yang dibutuhkan untuk survei geofisika disiapkan sesuai pemilihan metode. 9.1.4 Pengukuran survei geofisika direncanakan. 9.2.1 Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan survei geofisika ditentukan secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan survei. 9.2.2 Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan survei geofisika terpadu ditentukan secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan survei. 9.2.3 Personil yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan survei geofisika ditentukan secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan survei. 9.3.1 Komponen teknis survei geofisika diidentifikasi sesuai kebutuhan pelaksanaan survei. 9.3.2 Komponen non-teknis survei geofisika diidentifikasi sesuai kebutuhan pelaksanaan survei 9.3.3 Rencana kerja dan anggaran biaya disusun dalam laporan. -
B.062023.010.01 - Melakukan Pengawasan Pengukuran Petrofisika
10.1.1 QA/QC pengukuran resistivity log dilakukan sesuai prosedur. 10.1.2 QA/QC pengukuran soniclog dilakukan sesuai prosedur 10.1.3 QA/QC pengukuran sifat fisik batuan dari sampel batuan inti dilakukan sesuai prosedur. 10.1.4 QA/QC pengukuran sifat fisik batuan dari sampel singkapan dilakukan sesuai prosedur 10.2.1 Data resistivity log diolah untuk pemodelan resistivity 10.2.2 Data sonic log diolah untuk pemodelan kecepatan. 10.2.3 Data sonic log diolah untuk prediksi porositas 10.2.4 Data petrofisika densitas diolah untuk pemodelan gaya berat 10.2.5 Data petrofisika porositas diolah untuk prediksi porositas bawah permukaan. 10.3.1 Hasil interpretasi model geofisika dikompilasi dari berbagai metode geofisika. 10.3.2 Hasil interpretasi model geofisika terpadu disusun dalam laporan. 10.3.3 Laporan hasil interpretasi model terpadu geofisika disusun dalam bentuk presentasi. -
B.062023.011.01 - Membuat Model Geofisika Terpadu
11.1.1 QA/QC masing-masing model geofisika dilakukan 11.1.2 Integrasi antar model geofisika dilakukan dengan memperhatikan target anomali 11.1.3 Integrasi model geofisika dengan model geologi dan model geokimia dilakukan dengan memperhatikan target anomali. 11.2.1 Data geologi sumur dianalisis. 11.2.2 Data logging sumur dianalisis. 11.2.3 Model geofisika terpadu divalidasi dengan menggunakan data geologi dan logging 11.2.4 Model geofisika terpadu diperbarui dengan menggunakan data geologi dan logging. 11.2.5 Data produksi dan re-injeksi diintegrasikan dengan data geofisika monitoring. 11.2.6 Model geofisika terpadu dimutakhirkan dengan data produksi dan re-injeksi serta geofisika monitoring. -
B.062023.012.01 - Menghitung Potensi Panas Bumi
12.1.1 Koordinasi dengan tim geologi dilakukan 12.1.2 Koordinasi dengan tim geokimia dilakukan. 12.1.3 Model konseptual panas bumi dibuat berdasarkan interpretasi data geologi, geokimia dan geofisika. 12.2.1 Metode perhitungan potensi panas bumi dipilih dengan tepat. 12.2.2 Parameter perhitungan potensi panas bumi diidentifikasi. 12.2.3 Asumsi perhitungan potensi panas bumi ditentukan. 12.2.4 Sumber daya panas bumi dihitung menggunakan rumus yang tepat. 12.2.5 Cadangan panas bumi dihitung menggunakan rumus yang tepat. 12.3.1 Hasil perhitungan potensi diperbandingkan berdasarkan beberapa metode penghitungan potensi panas bumi. 12.3.2 Model konseptual disusun dalam laporan -
B.062023.013.01 - Merekomendasikan Perencanaan Sumur Panas Bumi
13.1.1 Lokasi sumur eksplorasi ditentukan berdasarkan hasil interpretasi model panas bumi terpadu. 13.1.2 Lokasi sumur produksi ditentukan berdasarkan hasil interpretasi model panas bumi terpadu 13.1.3 Lokasi sumur reinjeksi ditentukan berdasarkan hasil interpretasi model panas bumi terpadu 13.2.1 Susunan casing, arah trajectory, kedalaman objektif pengeboran sumur panas bumi diidentifikasi dengan tepat. 13.2.2 Parameter geofisika diterjemahkan menjadi parameter pengeboran. 13.2.3 Susunan casing, arah trajectory, kedalaman objektif pengeboran sumur panas bumi disusun dalam dokumen tajak untuk diinformasikan kepada tim pengeboran. -
B.062023.014.01 - Memutuskan Strategi Eksplorasi dan Penilaian Potensi Panas Bumi dari Data Sumur Eksplorasi
14.1.1 Data geosains terpadu dianalisis dengan metode komparasi. 14.1.2 Model geosains terpadu dikonfirmasi dengan data sumur eksplorasi. 14.1.3 Model geosains terpadu diperbaharui berdasarkan data sumur eksplorasi 14.2.1 Risiko strategi eksplorasi lanjut prospek/lapangan panas bumi diidentifikasi antara lain kerusakan formasi, high permeable on limited volume. 14.2.2 Risiko strategi eksplorasi lanjut prospek/lapangan panas bumi dianalisis antara lain kerusakan formasi, high permeable on limited volume. 14.2.3 Skenario strategi eksplorasi panas bumi yang baru, diputuskan berdasarkan sumur eksplorasi awal. 14.3.1 Data dan informasi geosains diverifikasi untuk perhitungan potensi panas bumi. 14.3.2 Potensi panas bumi dihitung ulang dengan perhitungan yang tepat. 14.3.3 Konfirmasi potensi panas bumi disusun dalam dokumen konfirmasi potensi panas bumi (Notice Of Resource Confirmation (NORC)). -
B.062023.015.01 - Merencanakan Pengembangan dan Produksi Lapangan Panas Bumi
15.1.1 Risiko pengembangan dan produksi lapangan diidentifikasi. 15.1.2 Risiko pengembangan dan produksi lapangan dianalisis. 15.1.3 Strategi pengembangan dan produksi panas bumi yang tepat disusun dalam laporan. 15.2.1 Data kelaikan ekonomi diidentifikasi. 15.2.2 Data potensi (NORC/Notice of Resource Confirmation) diidentifikasi. 15.2.3 NOID (Notice of Intention to Develop) disusun berdasarkan data empiris.